Selasa, 24 April 2018

Teori Sosial dan Pembangunan





teori strukturasi dalam Pembangunan berkaitan dengan struktur dan agen. Pembangunan tidak hanya mengenai infrastruktur yang berubah tetapi berkaitan tentang segala aspek sosial seperti politi, ekonomi, budaya, teknologi dan pendidikan.Seperti teori strukturasi menganai praktik membangun infrastruktur di desa. Pemerintah dengan peraturan dan program pemerintah menjadi struktur dan warga desa serta pemerintah akan menjadi agensi dalam membangun infrastruktur di desa. Pada prosesnya struktur seperti peraturan dan program pemerintah di desa terus di produksi dan direproduksi serta memiliki hubungan dualitas dengan agensi yang pada akhirnya akan melahirkan berbagai praktik sosial sebagaimana tindakan sosial pemerintah dan warga desa dalam membangun infrastruktur di desa.Pada awalnya warga desa belum bisa menerima infrastruktur kemudian dengan adanya peran pemerintah dalam menjelasan infrastruktur warga desa akan mengerti dan menerima peraturan dan program pemerintah walaupun tidak semua pertauran pemerintah bisa dijalan dengan baik sehingga nanti akan ada beberapa peraturan yang dirubah. Dalam teori strukturasi struktur dan agen menjadi sama, sehingg adanya umpan balik antara keduanya.Contoh lain teori strukturasi mengenai praktik pendidikan seperti di kampus, dalam membangun budaya literasi di kampus. Kampus dengan dan kurikulumnya akan menjadi struktur dan dosen seperta mahasiswa akan menajadi agensi dalam mambangun budaya literasi.  Pada prosesnya struktur seperti kurikulum di kampus terus di produksi dan direproduksi serta memiliki hubungan dualitas dengan agensi yang pada akhirnya akan melahirkan berbagai praktik sosial sebagaimana tindakan sosial para dosen dan mahaiswa dalam membangun budaya literasi dikampus. Tidak hanya itu kampus juga mendukung budaya literasi dengan menghadirkan baca-bacaan baru di perpustakan kampus.
Didalam teknologi komunikasu seperti praktik sosial bersifat berulang dan berpola dalam lintas ruang dan waktu, praktik sosial itu sendiri dapat berupa kebiasaan-kebiasaan seperti tugas makalah atau tugas lain yang diberikan dosen kepada mahasiswa untuk melatih mahasiswa dalam pembuatan tesis atau jurnal nanti sehingga dalam keseharian mahasiswa deberikan tugas dengan pemilihan literasi-literasi yang jelas , hal tersebut merupakan suatu praktik sosial yang terbentuk di kampus dalam upaya membangun budaya literasi di kampus. Dalam praktik sosial yang berpola dan berulang itulah terjadi dualitas antara pelaku (tindakan) dan struktur. dualitas relasi tersebut terletak dalam fakta bahwa struktur mirip dengan pedoman, yang menjadi prinsip praktik-praktik sosial berlangsung. ketika individu sebagai agen melakukan aktivitas komunikasi dengan teman-temannya melalui whats app, misalnya untuk menyampaikan jadwal kuliah . Melalui tindakan itu sesungguhnya individu tadi telah merepro­duksi nilai-nilai dan kondisi yang akan memu­ngkinkan orang lain di waktu lain melakukan hal serupa, setidaknya dengan meningkatkan rasa kewajaran untuk melakukan hal yang sama. Nilai kewajaran yang digunakan orang-orang secara berulang ketika menggunakan whats app untuk menyampaikan jadwal kuliah atau ketidak hadiran dosen kemudian menjadi suatu sistem budaya berkomunikasi atau dengan kata lain menjadi bagian dari praktik-praktik rekursif yang membentuk struktur budaya komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Jurnal