Rabu, 22 Juni 2016

sikap dan pandangan


essay yang belum rezky :'(
 

 SIKAP DAN PANDANGAN TETANG DIRI SENDIRI

Salah satu cara untuk meyakinkan diri sendiri yaitu bersikap baik sangka kepada diri sendiri. Mensyukuri apa yang ada dalam diri sendiri dan tidak iri kepada orang lain. Melihat diri sendiri bagus dan tidak merendahkan orang lain, mengganggap orang lain baik. Selalu berpikiran positif, menghadapi lika liku kehidupan dengan tersenyum. Bila terjatuh harus bangit, tidak terpuruk dan optimis akan hidup yang lebih baik.
            Bangga terhadap diri sendiri tapi tidak angkuh dan sombong, seperti padi yang selalu tunduk saat isinya semakin banyak. Melihat kelangit saat dilanda rasa ria, karena langit memiliki beberapa lapisan, di atas langit masih ada langit. Tidak mengecewakan orang tua dengan menuruti kata –katanya, selagi belum bisa menuhi harapan dan keinginnya. Sopan kepada yang lebih tua dan bersifat ramah kepada yang lebih muda.  
            Menaati dosen dengan menyelesaikan tugasnya, masalah hasil itu bisa dilihat nanti tapi usaha dalam membuat tugas itu yang pentig. Tidak pelit kepada sesama teman dan memberitahu saat ia tidak paham. Jangan bersedih karena sang pencipta tidak menyukai itu, ingatlah dia selalu disampaing dan lihat lah orang- orang yang menyangi diri ini. Selalu berlatih dan mencoba  karena hidup ini ada untuk orang  yang mau berjuang.
            Hemat dan bersikap tidak boros bukan berarti pelit. Utamakan kebutuhan dari pada keinginan. Berbagi hal kecil yang kita miliki kepada semua orang yang membutuhkan. Mengatakan iya saya tahu dan bersedia membantu saat teman memohon bantuan. Jangan berkata iya saya tidak tahu dan menyelesaikan tugas sendiri. Kata – kata adalah pisau paling tajam, menjaga perkataan  saat berbicara kepada orang lain karena takut menyakiti hatinya.
            Menjalankan semua kewajiban yang di perintahkan sang pencipta. Berusahaan menjadi lebih baik dari hari yang lalu, Walau tidak semudah membalikan telapak tanggan. Jangan sia –siakan masa muda dengan meninggalkan kewajiban. Berproses menjadi manusia yang sesunggunya dengan menaiki tangga kehidupan dan tidak turun kembali. Jangan lupa DUIT, doa, usaha, ikhtiar, tawakal. Percaya pada takdir dan tidak terkena penyakit TBC tahayul, bidah, khurafat.
            Kalimat – kalimat diatas adalah sikap dan pandangan diri sendiri yang sedang dijalani. Mungkin juga oranglain menjalani hal yang sama. Tetapi diri sendiri ini akan terus berproses dan berkembang menjadi lebih baik yang tidak bisa sempurna. Kesempurnaan hanya miliki maha pencipta. Diri ini pasti berbuat kesalahan dan ada sisi negatifnya tetapi bagaiman diri ini bisa mengurangi dan memperbaiknya. Menjalani kewajiban ALLAH, menuruti kata orang tua dan dosen, bersikap positif kepada teman dan orang lain, ini yang sedang dijalani.

SIKAP DAN PANDANGAN TETANG DISIPLIN ILMU

            Dalam islam ada 3 amalan yang tidak pernah terputus saat sudah tidak ada, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa  anak sholeh. Ilmu sangat berguna bagi manusia tidak hanya untuk kehidupan saat ini tetapi kehidupan selanjutnya. Maka selagi sanggup tuntutlah ilmu setinggi – tingginya. Tidak peduli akan jadi apa nantinya, tidak peduli gelar apa yang akan di dapat dan jabatan apa yang diperoleh. Tapi carilah ilmu dan membagikannya.
            Dalam al- quran surat mujaadilah ayat 11 dijelaskan bahwa orang yang mempelajari ilmu  akan ditinggikan derajatnya. Jadi untuk kita manusia jangan pernah bertenti mempelajari ilmu. Mungkin bagi beberap orang hanya menilai derajat manusia dari seberapa kaya ia didunia. Tapi bagi sang pencipta orang – orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya, dari pada orang kaya di bumi tetapi tidak memiliki ilmu. 
Di perkulihan ada beberpa disiplin ilmu, salah satunya ilmu komunikasi, yang sedang  dipelajari. Ilmu komunikasi merupakan cabang dari beberapa ilmu yang ada. Ilmu komunikasi mempelajari penyampaian pesan dari orang ke orang lainnya menggunakan media, menimbulkan efek dan umpan balik. Di universitas muhammmadiyah sumatera utara sendiri ilmu komunikasi dibagi 3 pemfokusan yaitu Jurnalis, Broadcasting, dan Public Relations.
            Ketiganya masih sama – sama mempelajari bagaimana menyampaikan pesan dengan media – media yang berbeda. Ilmu komunikasi sangat penting bagi mahluk, karena semua mahluk pasti berkomunikasi tetapi caranya saja yang berbeda. Ilmu komunikasi bukanlah ilmu yang pertama dan utama tetapi ilmu yang penting di pelajari. Bukan berarti ilmu lain tidak penting tetapi dengan adanya ilmu ini akan membantu cabang ilmu lain.
            Di saat ini ilmu komunikasi belum menjadi kesukaan atau yang paling di incar parasiswa. Ilmu ekonomi, hukum dan keguruan dianggap lebih baik dan memiliki lowongan pekerjaan lebih banyak. Kita lihat seharusnya ilmu komunikasi di butuhkan dilowongan kerja manapun. Tapi banyak instansi yang malah menetapkan pekerjaan yang harusnya dikerjaan orang ilmu komunikasi, tetapi dikerjakan cabang ilmu lain.
            Hal seperti ini memang bukan masalah besar bagi orang yang bisa menjalaninya, tetapi lebih baik orang ilmu komunikasi yang mengerjakannya, karena telah mempelajarinya lebih mendalam. Semua  orang diberika otak untuk berpikir, semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam ilmu. Bagaimana kita memperdalam ilmu yang sedang dipelajari dan setelah mengerti mengaplikasikannya.

SIKAP DAN PANDANGAN TETANG KELUARGA DAN LINGKUNGAN SOSIAL

           Keluarga sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang manusia. Sebuah karakter diri akan terbentu dari keluarga. Keluarga adalah orang yang paling sering berhubungan dengan seseorang anggota keluarganya. Keluarga adalah orang yang pertama berpengaruh pada sikap dan perilakunya. Semua anggota keluarga mempunyai peran khusus untuk membentuk karakter seorang agar menjadi baik, sesuai dengan agama dan negara.
            Lingkungan sosial adalah tempat tumbuh kembang yang penting setelah keluarga. Karakter diri akan berpengaruh bagi seseorang, bila lingkungan sesuai dan tidak menyipang maka diri akan bersikap positif. bila lingkungan tidak sesuai dan menyipang maka diri akan bersikap negatif. Sesorang harus di beri pemahaman tetang agama dan negara sejak ia kecil, agar dimanapun berada dia tidak akan terpengaruh hal negatif yang menakutkan bagi keluarga.
            Dizaman sekarang ini banyak keluarga yang melihat anggota keluarganya baik didepannya, tetapi tidak mengetahui sikap aslinya diluar rumah. Semua itu terjadi karena lingungkan sosial yang ada disekitarnya dan mempengaruhi sikapnya. Seorang yang tidak bisa memilih mana yang baik untuk diri dan mana yang buruk untuk dirinya, dia akan terjerumus pada sisi negatif kehidupan. Kurangnya keluarga menanam nilai agama dan negara membuat ini terjadi.
            Perekonomian keluargan yang kurang mampuh dan kehidupan mewah lingkungan sosial membuat hal ini bisa terjadi. Beberapa orang rela melakukan apa saja sekalipun itu negatif agar dia bisa mengikuti lingungan sosialnya. Hal seperti ini sudah biasa terlihat dan terdengar. Keluarga yang harmonis dan tidak harmonis juga berpengaruh pada sikapnya. Keluarga yang tidak harmonis biasanya membuat seseorang lebih cenderung melakukan hal ini, walau tidak semua melakukannya.
            Terlihat dilingkungan kampus banyak mahasiswa terjerumus kesisi negatif kehidupan. Seorang yang jauh dari orangtua biasanya lebih mudah melakuka hal menyimpang. Tetapi seseorang yang dekat dengan orangtua juga banyak melakukannya. Bersikap baik didepan orangtuanya, setelah orangtua tidak dapat memantaunya dia akan bertindak menyimpang. Lingkungan biasanya mengetahui akan tetapi bersikap acu pada penyimpang tersebut.
            Dikota metropolitan seperti Medan hal –hal ini dianggap wajar, walau tidak semuanya setuju. Masih banyak orang yang berprestasi dan mengembangkan ilmunya agar mencapai apa yang diinginkan dan membahagiakan orangtuanya. Keluarga dan lingungan sosial sangat berpengaruh pada karakter diri, maka keluarga harus lebih aktif lagi menciptakan akhlak anak bangsa yang membangkan. Kelak di lingkung sosial manapun seseorang berada dia tetap pada jalan lurus.    

SIKAP DAN PANDANGAN TETANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN – MEA

           Mulai tahun ini MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) sudah berlaku. Dimana masyarakat dari bangsa – bangsa di ASIA TENGGARA seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Bangsa- bangsa ini melakukan pasar bebas dimana barang dan jasa dapet dengan mudah masuk ke negaranya. Tidak hanya itu tenaga kerja profesional dari negara lain dapat masuk ke negaranya dengan mudah.
            Indonesia sendiri terlihat belum mampuh mengikuti MEA, dikarenakan masih banyak rakyatnya tidak menyetuji MEA. Belum maksimalnya sosialisasi dan aksi pemerintah untuk mengajak warganya bersaing dalam MEA. Sudah banyak yang mengetahui MEA tetapi belum siapnya warga negeri ini untuk bersaing. Tetapi pemerintah yang memaksakan agar negeri ini siap untuk menghadapi MEA, sehingga rakyatnya harus siap tanpa persiapan.
            Tujuan pemerintah sangat baik dimana pemerintah ingin rakyatnya mampu bersaing dengan negara lain. Pemerintah yakin rakyat Indonesia mampu menunjukan potensinya. Indonesia memeiliki banyak kekayaan alam dan memiliki rakyat yang banyak. Dengan  ini pemerintah yakin Indonesia bisa lebih bangkit. Mungkin bila pemerintah tidak mengadakan MEA masyarakat kurang optimis untuk lebih maju.
            Kondisi Indonesia disaat ini terlihat pasrah akan MEA. Sebagaian orang lebih optimis dalam belajar dan membangun usaha baru. Sebagaian lagi hanya bisa protes di gedung – gedung pemerintahan dan di media massa atau media online. Kurangnya persiap pemerintah dari beberapa tahun yang lalu, dalam pendidikan belum ada sertifikat kemampuan yang dapat mempermudah dalam dunia pekerjaan. Yang ada hanya ijaza mencakup nilai keseluruhan pelajaran.
            Sebagai rakyat yang harus menerima MEA tanpa setuju harus banyak belajar mengenai bahasa inggris yang dianggap penting. Dunia pekerjaan biasanya mengutamakan orang yang bisa dan mengerti bahasa inggris. Sehingga harus rajin berlatih bahasa inggris, walau bahasa inggris bahasa yang tidak ditanya saat dibawah tanah. MEA bisa menjadi batu loncatan untuk rakyat Indonesia agar menjadi lebih semangat berjuang.
            Dalam pribahasa arab kata man jadda wajada sudah tidak asing lagi ditelingga kita. Bahwa barang siapa yang bersungguh – sungguh pasti mendapatkanya. Dalam menjalankan MEA harus bersungguh -  sungguh agar nantinya bisa bersaing dengan orang lain. Karena Allah tidak pernah mempersulit hambanya yang mau berjuang, pasti ada jalan untuk orang – orang yang mau berjuang. Mari hadapi MEA dengan tetep berada dijalanNya.

SIKAP DAN PANDANGAN TETANG PENYELESAIAN STUDI DAN RENCANA KE DEPAN

            Dalam mengambil mata kuliah harus sungguh – sungguh belajar dengan menyelesaikan sumua tugas. Walaupun terkadang sudah meyelesaikan tugas dan mengikuti aturan dosen tetap saja ada nilai yang belum memuaskan. Dosen biasanya ingin mahasiswa tidak besar kepala sehingga memberi nilai dibawah sangat baik. Agar mahasiswa lebih semangat dalam belajar dan tidak pernah puas dengan ilmu yang didapat.
            Bila mahasiswa ingin dosen bersikap baik dan berpikiran positif ke padanya, maka mahasiwa harus bersikap demikian terlebih dahulu. Mulailah dengan tekun belajar, memperhatikan saat dosen menjelaskan, tidak berbicara saat dosen berbicara atau salaing menghargai, bertanya saat tidak mengerti, sopan, hormat kepada dosen, menjawab saat ditanya, menjawab soal ujian dengan pengetahuan sendiri tanpa melihat google dan mengerjakan tugas.
            Semua yang mahasiswa lakukan diperkuliah harus ke arah yang positif, agar dosen memberi penilaian ke arah yang baik. Hidup ini semua saling membutuhkan. Dosen membutuhkan mahasiswa agar ilmu yang dipelajarinya bermanfaat. Mahasiswa membutuhkan dosen untuk menambah ilmu. Saat mahasiswa menuruti semua aturan yang ada di perkulihan pasti mahasiswa bisa menyelesaikan studinya dengan cepat.
            Setelah mahasiswa lulus dari bangku perkuliahan dia akan menjadi pengangguran. Selama menjadi pengangguran biasanya mahasiswa melamar kerja kemana saja. Mahasiswa  yang kreatif dan inovatif biasa lebih memilih membuka usaha atau melanjutkan usaha orangtuanya. Mahasiswa yang beruntung bisa mendapat kerja lebih cepat. Mahasiswa yang memiliki biaya lebih bisa melanjutkan pendidikannya.
            Terkadang ada mahasiswa yang menunggu panggilan pekerjaan dari pada mau membuka lapangan pekerjaan. Karena mereka takut dicemooh orang lain dan berpikir pendidikan tinggi tapi hanya membuka usaha. Saat mahasiswa tamat dan membuka usaha maka ia telah mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Walaupun hasilnya kecil tetapi dia tidak membebani orangtua. Lebih baik membuka usaha dari pada duduk santai di rumah, tak peduli apa kata orang.
Hidup tidak harus memikirkan apa kata orang, ketika masih berada dijalan yang benar maka jalani saja hidup ini. Mereka yang mengatakan hal buruk jadikan itu motivasi jadi lebih baik. Mereka yang mengatakan hal baik jadikan dukungan untuk tetap berjuang. Ketika rencana kedepannya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan maka buatlah rencana lain. Karena takdir sudah ditentukan, bagaiman kita manusia tetap memperjuangkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume Jurnal